Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Berinvestasi dan Cara Memilih Reksa Dana Bagi Pemula

Punya dana tapi tetap bimbang mau investasi apa? Reksa dana mampu menjadi salah satu pilihan opsi investasi yg tepat bagi investor pemula yg hendak mengawali berinvestasi. Sebab untuk mengawali berinvestasi reksa dana tidak memperlukan modal awal yg besar.




Investasi reksa dana juga lumayan menarik. Risiko investasi pada reksa dana mampu ditekan sebab disebarkan pada beberapa produk investasi. Selain itu, proses investasinya juga lebih mudah serta produk yg ditawarkan lumayan beragam.

Reksa dana terdiri atas beberapa tipe dengan tingkat risikonya masing-masing, antara lain reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, serta reksa dana saham.

Nah, sebelum berinvestasi reksa dana, setidaknya ada tiga faktor penting yg butuh diperhatikan semacam dikutip dari Bisnis.com, Senin (22/3/2021).


1. Tetapkan Tujuan Investasi

Sebelum berinvestasi di reksa dana, pertama yg wajib diketahui merupakan tujuan investasi. Menurut Perencana keuangan dari OneShildt Financial Planning Budi Raharjo untuk memilih tipe produk reksa dana mana yg tepat, calon investor wajib memahami tujuan investasinya.

"Pertimbangkan tujuan investasi. Kapan dana akan digunakan? Misal, jikalau single, dirinya akan menikah 5 tahun ke depan. Berarti dirinya punya horizon waktu untuk mengumpulkan dananya yg akan digunakan," ucap Budi terhadap Bisnis.com. Horizon waktu itulah, kata Budi, yg akan menjadi acuan investor dalam memilih produk reksa dana yg tepat.

2. Perhatikan Postur Keuangan

Menurut Budi, sebelum melakukan investasi, seseorang wajib mempunyai fondasi postur keuangan yg sehat. Artinya, sebelum sangatlah menyisihkan uang untuk investasi, seseorang wajib memastikan dirinya mempunyai dana cadangan untuk kebutuhan darurat. Dana darurat yg butuh disiapkan minimal setara dengan 3 bulan pengeluaran.


Selain itu, ada baiknya seseorang mengalokasikan dananya lebih dulu untuk proteksi dibandingkan investasi, yakni membeli asuransi kesehatan. Sehingga, ketika sewaktu-waktu mereka sakit, uang akibat investasi tidak dipakai untuk anggaran berobat.


3. Cek Profil Risiko

Bagi investor pemula butuh mengenal profil risikonya. Budi mengatakan, profil risiko seseorang didasarkan pada tiga parameter, yakni karakter, situasi, serta pengetahuan finansial (financial knowledge).

"Misal dengan cara karakter dirinya agresif, tapi dengan cara situasional dirinya menjelang pensiun. Mau tidak mau dirinya tidak boleh terlalu proaktif dalam memilih instrumen investasi," katanya.

Profil risiko mampu menjadi acuan seseorang untuk memilih produk reksa dana yg sesuai. Biasanya ketika membeli reksa dana, kita akan diminta mengisi kuisioner untuk mengenal profil risiko kita.


Mencari Produk yg Cocok

Setelah mengenal hal-hal tersebut, lalu produk reksa dana mana yg tepat untuk pemula? Budi menyarankan bagi investor pemula yg belum memahami profil risikonya untuk memilih reksa dana pasar uang.


Sambil belajar investasi reksa dana pasar uang, investor pemula mampu mendalami reksa dana lainnya. "Kenapa pasar uang? Paling tidak beberapa bulan ke depan dirinya mampu membandingkan kelebihan-kelebihan reksa dana dibandingkan instrumen lain," 


Dibandingkan tipe reksa dana lainnya, reksa dana pasar uang mempunyai risiko paling rendah. Kebijakan pada reksa dana pasar uang merupakan menempatkan 100% invetasinya ke dalam efek utang alias instrumen pasar uang yg jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun.


Instrumen keuangan yg dimaksud antara lain, semacam giro, deposito, serta obligasi dengan sisa jatuh tempo tidak lebih dari setahun. Budi juga menyarankan, investor pemula tidak butuh ragu untuk mengawali investasi pada produk reksa dana. "Daripada menunda investasi lebih baik dirinya pilih reksa dana pasar uang sebagai pertimbangan," katanya

Posting Komentar untuk "Tips Berinvestasi dan Cara Memilih Reksa Dana Bagi Pemula"