Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Larangan perjalanan mudik lebaran 2021



Larangan perjalanan mudik lebaran 2021 resmi berlaku mulai Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5/2021).
 Pemerintah semakin melanjutkan Satgas Covid-19 dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 mengenai Pencabutan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya penanggulangan penyebaran Covid-19.
 Dalam kebijakan tersebut, masyarakat dilarang meninggalkan kawasan domisili masing-masing kecuali karena kondisi mendesak, seperti keluarga sakit atau meninggal dunia.
Ini berlaku untuk semua transportasi melalui udara, laut atau darat.
Untuk mencegah masyarakat kembali mudik Lebaran, polisi sudah menyiapkan sejumlah petugas di 381 titik penyekatan.Titik paling terisolir ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah, "kata Kapolres Paul Arif Sulistanto seperti dikutip Antara, Rabu (5/5/2021).
 
 Titik-titik terisolir tersebut membentang dari Sumatera hingga Pulau Bali. 
Ini Aturan Baru soal Pengetatan Mudik 2021 Berikut daftarnya:
Polda Sumatera Selatan: 10 titik
Polda Lampung             : 9 titik
Polda Banten                 : 16 titik
Polda Metro Jaya          : 14 titik
Polda Jabar                   : 158 titik
Polda Jawa Tengah       : 85 titik
Polda Jawa Timur         : 74 titik
DI  Polres Yogyakarta   : 10 titik
 Polda Bali                     : 5 titik

 Agar Tidak Nekat



 
      Kajian terkait Pelarangan Mudik Lebaran 2021 yang dimulai pada 6-17 Mei sebagai upaya memperkirakan risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 menjelang Idul Fitri 1442 H.
Kamis (6/5/2021) dini hari, polisi memeriksa dokumen dari pengendara yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Pulau Sumatera melalui pelabuhan Merak di Pintu Tol Merak, Banten. 
Tinjauan tersebut melihat larangan pulang ke rumah Idul Fitri 2021, yang akan dimulai 6-17 Mei untuk memprediksi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 menjelang perayaan Idul Fitri 1442H.

tidak sembarangan dan mencari celah atau jalan pintas untuk pulang. Pasalnya, polisi menunggu dan melakukan antisipasi. Tidak hanya polisi memblokir pemulangan pada 17 Mei 2021, polisi juga tetap memperingatkan personil untuk mengamankan arus balik. 
Polisi berhati-hati dengan orang yang ingin bepergian ke ibu kota atau daerah lain setelah Idul Fitri. Sebab, jangan hingga pendatang baru ke suatu kawasan  sudah terpapar Covid-19. “ Bisa membahayakan kesehatan mereka yang taat dengan kebijakan tidak  untuk mudik, ”ujarnya. Sanksi Mereka yang sangat ingin pulang dikenai sanksi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13.Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa pelanggaran larangan pulang kampung akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk transportasi darat, Hukuman yang paling ringan diminta untuk kembali ke awal atau putar balik. Sementara itu, pelanggaran UULJR akan dihukum atas dasar pelanggaran.
  

 Bagaimana dengan mudik lokal?



  kebijakan tersebut dilakukan terkait dengan pelarangan mudik lebaran 2021 mulai 6-17 Mei sebagai upaya meningkatkan risiko kasus penularan COVID-19 menjelang perayaan Idul Fitri 1442H.(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA) Pada Rapat KoordinasiSatgas Penanganan Covid-19 Nasional, yang disiarkan di kanal YouTube BNPB Pusdalops, Minggu (2/5/2021), Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo juga mengingatkan bahwa peniadaan mudik lokal kalau ada mudik lokal berarti silaturahmi, ada jabat tangan cipika- cipiki, ini bisa jadi ada tramisi satu sama lain 
 Pemerintah sendiri menyatakan tidak pernah mengeluarkan tenggat mudik lokal.Istilah aglomerasi dan perkotaan digunakan, yang dibebaskan dari larangan masuk dari 6 hingga 17 Mei 2021. Di sektor aglomerasi, pemerintah telah menyerukan pembatasan lebih lanjut pada mobilitas tanpa bepergian. Delapan aglomerasi dan wilayah perkotaan yang dibebaskan dari pembatasan perjalanan di bawah Kementerian Perhubungan: Medan Raya: Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Barat Kabupaten Bandung Semarang Raya: Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, Purwodadi Yogyakarta Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul Solo Raya: Kota Solo, Sukoharogjo, Boyolali, Klaten, Sragen, Karanganyaresan Lamongan, Banganaresan Surabaya, Raykanyar, Mojokerto, Sidoarjo Makassar Raya: Makassar, Takalar, Maros, Sungguminasa.


x

Posting Komentar untuk "Larangan perjalanan mudik lebaran 2021"